Jumat, 03 Juni 2016

Pengukuran Forecast Accuracy



Pengukuran Forecast Accuracy
Oleh: Wibisono Adhi

Forecast merupakan pilar utama dari demand palnning dan demand management. Forecast yang dihasilkan dari pengolahan berbagai data mengunakan teknik forecasting perlu diukur akurasinya sebagai evaluasi apakah forecast tersebut akurat dan dapat digunakan di dalam proses bisnis. Terdapat beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur akurasi forecast. Pengunaan ukuran dan cara penilaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan forecasting. 

1.    Absolute Deviation

Absolute deviasi adalah selisah antara actual sales dengan forecast. Sesuai namanya nilai absolute deviasi akan selalu positif. Pengukuran ini dapat dilakukan pada semua level forecasting. Nilai absolute deviasi dirumuskan sebagai berikut :

Dalam Qty : Deviasi = |A-F| atau ABS(A-F)
Dalam Persen : Deviasi = |A-F|/F atau ABS(A-F)/F
*A= Actual Sales ; F= Forecast

Dalam beberapa acuan pembagi yang digunakan adalah A. Saya lebih memilih F karena akurasi yang sedang dievaluasi adalah akurasi forecast terhapap real demand.

2.    Accuracy

Akurasi forecast adalah kebalikan dari absolute deviasi. Nilainya berkisar antara 0 dan 100%. Dalam logis pemrograman nilai akurasi dirumuskan sebagai berikut: 

Accuracy = Max (0, 1-Deviasi (%))
Untuk dilai deviasi > 100% maka nilai akurasi forecast adalah 0, sedangkan untuk nilai deviasi di antara 0-100% mengikuti rumus di atas. 

3.    Mean Absolute Percentage Error (MAPE)

MAPE merupakan ukuran yang paling banyak digunakan untuk mengevaluasi forecast. Motode ini adalah metode pengukuran sederhana yang diterima secara internasional. Metode ini memudahkan perhitungan deviasi secara piramida produk. MAPE dapat dirumuskan sebagai berikut :

MAPE = ∑|A-F|/∑F atau ∑ ABS(A-F) / ∑F

Selain metode penilaian di atas dikenal juga beberpa metode pengukuran yang lain seperti mean absolute deviation (MAD), mean absolute error (MAE), sum of squared error(SSE), mean squared error (MSE) dan standard deviation of error. Masing-masing teknik pengukuran memiliki focus dan untuk tujuan yang berbeda beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar