Pengantar Forecasting & Demand Management (3)
Oleh:
Wibisono Adhi
1. Jangka waktu forecast
Biasanya forecast
bergulir untuk jangka waktu satu tahun (12 bulan) dengan kemungkinan
perpanjangan hingga 18 bulan. Hal ini disesuaikan dengan jangka waktu perencanaan
budget perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan memerlukan waktu yang lebih
panjang untuk mempersiapkan budget.
Hal ini sering ditemui pada industri farmasi, penerbangan, perminyakan, dll.
Perincian forecast bervarisi seiring
berjalannya waktu. Diperlukan forecast
yang detail untuk jangka waktu 3-6 bulan (level SKU, family produk) dan forecast secara agregat untuk 6-12 bulan
(line produk / line bisnis). Forecast
yang detail untuk jangka waktu penuh (12 bulan) dalam satu tahun tidak akan
bermanfaat karena pasti tidak akan akurat sehingga hal ini hanya akan
menghabiskan banyak waktu. Kebutuhan untuk mem-breakdown forecast pada hirarki produk disesuaikan dengan kebutuhan
perusahaan dan menajdi bagian dari skema operational secara keseluruhan.
2.
External dan internal demand
Demand ekternal terdiri dari pesanan yang sudah masuk (backlog) dan forecast yang masih berjalan. Sedangkan demand internal meliputi kebutuhan di sub-unit (kebutuhan
internal), service part, samples, merchandise, product trial /
prototypes, dll. Demand eksternal
perlu untuk di-review untuk
mengkonfirmasi pesanan yang sudah masuk, serta meninjau ulang forecast yang telah lalu berdasarkan
evaluasi hasil penjualan, event pada market atau customer, perubahan pada product
life cycle seperti jika ada perubahan jadwal launcing produk sendiri ataupun competitor.
Independen demand selalu berasal dari
eksternal dan perlu selalu diprakirakan, sedangkan dependent demand berasal dari struktur bill of material atau kelauran dari metode supply planning. Oleh karena itu sangat erat kaitannya antara ekternal demand dengan independent demand dan juga antara internal demand dengan dependent demand.
Sebagai contoh demand untuk “mother board” pada industri komputer merupakan
gabungan dari dependent demand yakni
sejumlah dengan jumlah PC yang di-forecastkan
dan independent demand dari bagian after sales services sebagai komponen spare part.
Setiap central
distribution center (DC) dapat mengelola demand dari konsumen local
(eksternal demand), pesanan untuk mengganti pesanan pada DC lain (internal demand) dan pesanan untuk
kebutuhan internal (untuk trial,
sparepart, dll). Dalam hal ini harus jelas prioritas customernya jika
ketersediaan barang terbatas. Inventory
perlu diatur secara terpusat, atau paling tidak ada kebijakan standar yang
diterapkan di setiap cabang.
3.
Contoh perspekif
dan skenario demand
Jika actual
sales tidak mencapai target hingga batas tertentu (katakanlah 20% dari
target) berturut turut dalam 2 bulan maka beberapa skenario dapat
dipertimbangkan. Adapun skenario yang dapat dijalankan adalah sebagai berikut :
-
Skenario tetap
mempertahankan target sales (dan budget) untuk total tahunan. Untuk dapat
mencapai target tahunan maka kekurangan di 2 bulan ini harus dapat ditutupi di
sisa 10 bulan berjalan. Untuk dapat merealisasikan hal ini dibutuhkan strategi
khusus dari team sales dan marketing. Dengan melakukan hal ini maka
telah meberikan resiko yang besar untuk proses produksi. Akan terjadi kelebihan
material jika tidak terjadi pemulihan penjualan dan ini berarti lost bagi perusahaan. Selain itu juga
akan terjadi penumpukan stock yang
tinggi sampai dengan akhir tahun.
-
Skenario yang
kedua adalah dengan menganggap bahwa kehilangan lost di dua bulan awal tersebut
adalah sebagai tundaan. Dalam skenario ini target penjulan untuk sisa 10 bulan
berikutnya tetap mengikuti target bulanan awan. Sehingga di akhir tahun
diharapkan akan dicapai taget tahuan awal dikurangi lost di dua bulan awal. Dengan memahami dengan baik faktor penyebab
lost di dua bulan awal tersebut dapat
menjadi modal yang penting untuk dapat memproyeksikan S&OP di sisa 10 bulan
berikutnya. Dengan menerapkan skenario ini maka telah memberikan risiko
menengah untuk proses produksi. Pada skenario ini walaupun terjadi penurunan
taget tahunan namun tidak terjadi perubahan trend
di sisa 10 bulan sisanya.
- Skenario yang
ketiga yang dapat diterapkan adalah dengan menganggap bahwa forecast pada sisa bulan berikutnya juga
tidak dapat dicapai, baik karena foktor ekternal yakni terjadinya pergeseran demand atau karena implikasi dari tidak
cukupnya budget karena tidak
tercapainya target di dua bulan yang sudah berjalan. Hal yang perlu diketahui
pada skenario ini adalah apakah demand
telah berpindah pada produk kompetitor, atau perpindah pada produk substitusi,
dan sebagainya. Oleh karena itu pada skenario ini forecast pada bulan-bulan selanjutnya disesuaikan dengan capaian
pada dua bulan awal sehingga terjadi penurunan taget tahunan dan trend pada sisa 10 bulan sisa di tahun
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar