Sales
& Operation Planning
Oleh
: Wibisono Adhi
Sales &
Operation planning (S&OP) merupakan istilah yang sangat umum digunakan di
dalam menejemen rantai pasok yang merujuk pada proses bisnis di mana eksekutif bekerja sama dengan perencana sales, marketing, finance, dan operation untuk
menyelaraskan perspektif berdasarkan gambaran demand secara global. Proses ini
mengintegrasikan rencana marketing untuk produk baru maupun yang telah ada
dengan manajemen rantai pasok. Proses ini akan menghasilkan rencana jangka
pendek atau menengah dalam jangka waktu 3-18 bulan. Dengan jangka waktu
tersebut maka akan memungkinkan dilakukan perencanaan sumber daya yang akan
mendukung proses perencanaan bisnis. Sales & Operation planning dilakukan
paling tidak satu kali setiap bulan dan hasilnya akan ditinjau ulang oleh
manajemen. Proses inilah yang menghubungkan antara perencanaan strategis dalam
bisnis dengan pelaksanaannya.
S&OP adalah
sebuah proses bisnis yang terintegrasi. Adapun tahapan yang umum dilakukan
adalah dengan S&OP meeting, product review, demand review, supply review,
financial review, dan kembali ke S&OP meeting.
1.
S&OP meeting
Di
dalam S&OP meeting akan dibahas berbagai permasalahan yang dihadapi
perusahaan serta tinjauan terhadap posisi atau kondisi perusahaan secara
global.
2.
Product review
Proses
ini berisi mengenai pembahasan seputar roadmap produk, pengenalan / penarikan
produk, serta pricing.
3.
Demand review
Proses
ini membahas mengenai demand atas produk yang aktif, peluncuran produk, promosi
dll.
4.
Supply review
Proses
ini membahas mengenai kapasitas produksi, suppliers, kontraktor dan berbagai
hal yang memengaruhi kemampuan supply.
5.
Financial review
Proses
ini membahas mengenai valuasi forecast, perkiraan tagihan dan menyesuaikannya
dengan budget.
Di dalam S&OP
keputusan jangka pendek berupa volume dan kapasitas merupakan fokus utama yang
dituju. Dalam hal ini strategi, sumber daya dan rencana kerja disusun dan
direncanakan. Selain itu proses ini juga penting untuk menyelesaikan masalah
yang sedang dihadapi.
Perusahaan yang
menerapkan S&OP akan memiliki keunggulan gross margin, complete fill rate,
dan customer retention dibandingkan perusahaan yang menyusun rencana bisnisnya
secara konvensional. Beberapa manfaat yang langsung dirasakan dengan penerapan
S&OP diantaranya bagi customer adalah meningkatkan ketersediaan produk dan
reaktivitas yang lebih baik. Sedang bagi pelaku bisnis adalah penurunan
inventory, peningkatan utilisasi kapasitas produksi, menurunkan biaya
peningkatan performa, menghasilkan keputusan yang lebih baik (adanya pertukaran berbagi
perspektif antar beberapa pengambil keputusan, keteraturan siklus di mana
pengambilan keputusan diawali dengan serangkaian proses).
Hasil dari S&OP
hanya bisa dirasakan bila perusahaan paling tidak memiliki 6 poin utama
diantaranya leadership dan komitmen, kapasitas organisasi yang cukup untuk
mendukung proses, pelatihan untuk semua stakeholder yang terlibat, disiplin
dalam penerapan, fokus dan terus menerus menghadirkan peningkatan/perbaikan
proses, dan adanya kepercayaan antara semua pihak untuk dapat bekerja sama
dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar