Kamis, 12 Mei 2016

Sales & Operation Planning



Sales & Operation Planning
Oleh : Wibisono Adhi

Sales & Operation planning (S&OP) merupakan istilah yang sangat umum digunakan di dalam menejemen rantai pasok yang merujuk pada proses bisnis di mana eksekutif bekerja sama dengan perencana sales, marketing, finance, dan operation untuk menyelaraskan perspektif berdasarkan gambaran demand secara global. Proses ini mengintegrasikan rencana marketing untuk produk baru maupun yang telah ada dengan manajemen rantai pasok. Proses ini akan menghasilkan rencana jangka pendek atau menengah dalam jangka waktu 3-18 bulan. Dengan jangka waktu tersebut maka akan memungkinkan dilakukan perencanaan sumber daya yang akan mendukung proses perencanaan bisnis. Sales & Operation planning dilakukan paling tidak satu kali setiap bulan dan hasilnya akan ditinjau ulang oleh manajemen. Proses inilah yang menghubungkan antara perencanaan strategis dalam bisnis dengan pelaksanaannya.

S&OP adalah sebuah proses bisnis yang terintegrasi. Adapun tahapan yang umum dilakukan adalah dengan S&OP meeting, product review, demand review, supply review, financial review, dan kembali ke S&OP meeting. 

1.     S&OP meeting
Di dalam S&OP meeting akan dibahas berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan serta tinjauan terhadap posisi atau kondisi perusahaan secara global.

2.     Product review
Proses ini berisi mengenai pembahasan seputar roadmap produk, pengenalan / penarikan produk, serta pricing.

3.     Demand review
Proses ini membahas mengenai demand atas produk yang aktif, peluncuran produk, promosi dll.

4.     Supply review
Proses ini membahas mengenai kapasitas produksi, suppliers, kontraktor dan berbagai hal yang memengaruhi kemampuan supply.

5.     Financial review
Proses ini membahas mengenai valuasi forecast, perkiraan tagihan dan menyesuaikannya dengan budget.

Di dalam S&OP keputusan jangka pendek berupa volume dan kapasitas merupakan fokus utama yang dituju. Dalam hal ini strategi, sumber daya dan rencana kerja disusun dan direncanakan. Selain itu proses ini juga penting untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. 

Perusahaan yang menerapkan S&OP akan memiliki keunggulan gross margin, complete fill rate, dan customer retention dibandingkan perusahaan yang menyusun rencana bisnisnya secara konvensional. Beberapa manfaat yang langsung dirasakan dengan penerapan S&OP diantaranya bagi customer adalah meningkatkan ketersediaan produk dan reaktivitas yang lebih baik. Sedang bagi pelaku bisnis adalah penurunan inventory, peningkatan utilisasi kapasitas produksi, menurunkan biaya peningkatan performa, menghasilkan keputusan yang lebih baik (adanya pertukaran berbagi perspektif antar beberapa pengambil keputusan, keteraturan siklus di mana pengambilan keputusan diawali dengan serangkaian proses).
Hasil dari S&OP hanya bisa dirasakan bila perusahaan paling tidak memiliki 6 poin utama diantaranya leadership dan komitmen, kapasitas organisasi yang cukup untuk mendukung proses, pelatihan untuk semua stakeholder yang terlibat, disiplin dalam penerapan, fokus dan terus menerus menghadirkan peningkatan/perbaikan proses, dan adanya kepercayaan antara semua pihak untuk dapat bekerja sama dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar