Kamis, 19 Mei 2016

Pengantar Forecasting & Demand Management (1)

Pengantar Forecasting & Demand Management (1)
Oleh: Wibisono Adhi
         
          Terdapat banyak hal yang menjadikan forecasting menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam proses bisnis di industri manufaktur, salah satunya adalah adanya ekspektasi dari pelanggan akan ketersediaan produk. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pemenuhuan ekspektasi pelanggan yang akan menentukan daya saing dalam kompetisi perebutan pasar. Hal yang kedua adalah adanya lead-time yang panjang untuk pengadaan finished goods (FG). Panjangnya lead time sering kali disebabkan oleh adanya jarak antar pusat aktivitas di dalam rantai pasok, proses produksi yang lama, dan bergantungnya proses produksi terhadap pasokan bahan baku. Selain itu forecast dibutuhkan juga untuk mengalokasikan kapasitas (mesin, operator, ketersediaan waktu, dll), tenaga kerja (recruiting, training, dll), serta kemampuan supply dari pemasok. Hal keempat adalah untuk mengurangi inventory.
          Survey yang dilakukan pada beberapa perusahaan menunjukan bahwa tujuan paling umum perusahaan melakukan forecasting adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi kosongnya stock saat ada pesanan, mengefisiensi jadwal produksi, mengurangi safety stock, mengurangi biaya produk usang, mengoptimalkan penyusunan pegawai, memperbaiki manajemen pengiriman, meningkatkan proses penentuan harga dan promosi, serta mendapatkan posisi yang lebih baik saat bernegosiasi dengan supplier.
Alasan lain mengapa forecasting sangat diperlukan adalah karena lead time rantai pasok yang diperlukan perusahaan untuk menyediakan barang selalu lebih panjang daripada lead time pemesanan yang disyaratkan oleh pelanggan. Sebagai ilustrasi lead time antara pelanggan membuka Purchase Order (PO) sampai dengan tanggal rencana penerimaan barang oleh pelanggan adalah 2 minggu. Waktu selama 2 minggu ini (dikenal sebagai Customer contractual lead time) tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh proses mulai dari pemesanan bahan baku, proses produksi hingga pengiriman. Lead time untuk penyediaan barang setidaknya dibagi menjadi tiga jenis, yakni material procurement lead time, Production lead time dan order fulfillment lead time. Ketiganya disebut sebagai total supply lead time. Material procurement lead time adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan sumberdaya untuk melakukan proses produksi (penyediaan material, man power, persiapan kapasitas, dll).  Production lead time secara sederhana dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengubah material yang tersedia menjadi produk yang siap dijual. Sedangkan order fulfillment lead time adalah waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan (mulai dari alokasi FG untuk pelanggan hingga FG diterima oleh pelanggan)
          Dengan adanya forecasting perusahaan dapat meminimalisasi kendala karena hal yang tidak terduga. Sebagian besar masalah di dalam manajemen rantai pasok memiliki root cause yang jelas dan dapat diantisipasi. Masalah seperti hilangnya sales karena tidak ada stock atau armada pengiriman dan tingginya cost karena overstock/high stock, dan masalah lainnya akan bisa diantisipasi dengan tepat. Forecast merupakan kunci bagi perusahaan untuk meningkatkan performa. Dengan adanya forecast pengurangan inventory dapat dilakukan tanpa pengurangi service level pelanggan. Dengan adanya pengurangan inventory otomastis akan menurunkan biaya secara keseluruhan. Hal ini juga akan berdampak pada lebih singkatnya life cycle produk. Sejalan dengan konsep ini maka dengan meningkatkan kualitas atau akurasi forecast berarti juga peningkatan tingkat kepuasan pelanggan, efisiensi inventory dan efisiensi budget (penurunan biaya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar