Senin, 30 Mei 2016

Pengantar Forecasting & Demand Management (2)



Pengantar Forecasting & Demand Management (2)
Oleh: Wibisono Adhi
         
Demand dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk itu di dalam aliran demand diperlukan berbagai data yang dapat menunjang untuk proses forecasting. Aliran demand dapat diterjemahkan sebagai beberapa tahapan. Mulai dari kebutuhan real dari konsumen akhir hingga menajdi permintaan di pabrik. Pada proses ini demand mengalami beberapa perubahan bentuk. Demand selalu berawal dari permintaan konsumen akhir. Demand ini diartikan oleh retailer sebagai sales out to end-consumer. Dengan adanya hal ini maka akan menghasilkan demand bagi local distribution center (DC) dan seterusnya hingga melewati beberapa pos diantaranya distribution center, pabrik dan juga supplier. Semua data penjulan di masing – masing pos dapat digunakan untuk proses forecasing. Semakin lengkap data maka forecast dapat dilakukan dengan lebih baik. Data yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan forecasting.
Untuk keperluan produksi, secara sederhana demand dapat dibagi menjadi dua berdasarkan metode perhitungannya, yakni independent dan dependent demand. Independent demand adalah demand yang bergantung pada metode foecasting, sedangkan dependant demand merupakan turunan dari independent demand yang dapat dihitung melalui material requirement planning (MRP) atau distribution requirement planning (DRP). Sebagai contoh di perusahaan mobil independent demand akan berupa berapa banyak mobil yang diminta dan dependant demand-nya adalah jumlah ban mobil yang perlu disediakan.
Forecasting harus bisa dilakukan pada beberapa level di dalam piramida produk. Proses ini harus bisa dilakukan secara agregat atupun disagregat sehingga data akan tersedia untuk pembahasan terkait issue yang ada di level item/SKU, grup produk, sub-family, family, strategic product family, product line ataupun seluruh produk sebagai kesatuan. Hal ini juga diperlukan untuk mencocokan forecast dengan keadaan financial, penangan terhadap produk baru, kapasitas, manajeman supply chain, dll. Hal ini juga diperlukan untuk keperluan import - export dan reporting data.
Struktur produk dan proses manufaktur setiap produk perlu dipertimbangkan dalam pendekatan forecasting. karakteristik konsumen juga sangat menentukan kebutuhan forecasting. Sebagi contoh forecasting yang diperlukan untuk interaksi business to business akan berbeda dengan forecasting untuk praktik business to customer. Dalam hal ini beberapa hal yang ikut menentukan adalah volume data yang dibutuhkan, jumlah pelanggan, studi pasar, advertising, promosi, frekuensi pembelian, motivasi pembelian, kompetisi dengan kompetipor, sensitivitas harga, frekuensi peluncuran produk dan life cycle produk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar