Hubungan Antara Safety Stock dengan Sifat SKU
Oleh : Wibisono Adhi
Pada dasarnya banyak Faktor yang mempengaruhi seberapa besar safety stock yang perlu disiapkan di dalam setiap periode produksi. Selain kapasitas gudang, safety stock juga harus disesuaikan dengan jenis Stock keeping Unit (SKU)- nya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait jenis SKU diantaranya adalah Demand variability, forecast accuracy, lead time dan lead time variability, service level, production/Supply frequency dan product velocity.
1. Demand variability
Sifat demand pada dasarnya adalah bervariasi untuk periode waktu yang berbeda. Akan tetapi setiap SKU pasti memiliki variasi yang berbeda beda. Semakin besar tingkat variasi maka safety stock yang diperlukan juga semakin besar.
2. Forecast Accuracy
Akurasi antara prakiraan permintaan dengan actual sales dapat dihitung atau dievaluasi dengan berbagai metode. Semakin akurat forecast accuracy maka safety stock yang dibutuhkan semakin kecil.
3. Lead time dan lead time variability
Lead time secara sederhana dijelaskan sebagai waktu yang dibutuhakn untuk menyiapkan produk hingga siap untuk dijual, sedangkan lead time variability adalah variasi waktu tersebut. Dalam hal ini semakin lama lead time dan semakin tinggi lead time variability maka safety stock yang diperlukan akan semakin besar.
4. Service level
Service level yang sering diukur dengan indicator “case fill rate” merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi pesanan pelanggan. Semakin tinggi target service level maka besar juga safety stock yang perlu disiapkan.
5. Production/Supply frequency
Frekunsi produksi dan supply yang sering dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan atau kapasitas produksi. Semakin kecil frekuensi produksi maka semakin besar safety stock yang diperlukan.
6. Product velocity
Product velocity secara singkat dijelaskan sebagai kecepatan produk dipesan kembali dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya. Berdasarkan kecepatannya produk dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Sebagai contoh dengan menggunakan metode ABC SKU dapat dikelompokan menjadi kelompok fast, medium dan slow. Tentu dibutuhkan safety stock yang lebih tinggi untuk SKU kelompok fast dibandingkan dengan SKU medium atau slow.
Secara singkat di atas dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran safety stock. Walaupun dijelaskan beberapa faktor berbanding lurus dan sebagian berbanding terbalik namun hubungan atar faktor-faktor tersebut tidaklah linear. Faktor-faktor tersebut dapat diubah menjadi nilai konstanta sehingga di dalam manajemen operasionalnya safety stock sering dimodelkan secara matematis. Beberapa faktor diatas saling berhubungan, sehingga pemodelan yang menggunakan pemrograman linear sering menghasilkan saran safety stock yang terlalu besar melebihi kebutuhan.
Contoh pemodelan Safety Stock (Herve gallon, 2015)
Safety stock = Z (service level)*std Dev of Demand*Lead-time