Source
Management dalam Manajemen Rantai Pasok
(2)
Oleh: Wibisono Adhi
Dalam penerapan staregi sourcing sangat penting untuk mengetahui hal apa yang ingin
dilakukan oleh perusahaan. Dalam hal ini penguasaan manajemen sourcing dapat
disandarkan pada tiga prinsip pokok diantaranya adalah pengembangan strategi purchasing, proses pembelanjaan yang
terkendali, dan optimalisasi basis pasokan. Dalam pengembangan strategi purchasing diidentifikasi hal – hal yang
ingin dicapai oleh perusahaan. Aktifitas dalam landasan ini berfokus dengan memastikan
bahwa terdapat aliran (sinergisitas) dari stratgi bisnis perusahaan kepada
kegiatan purchasing, mengalihkan
kegiatan purchasing dari kegiatan
yang hanya bersifat operasional menajdi kegiatan yang juga bersifat strategis, menjadikan
purchasing sebagai cross-functional ownership, serta
mempelajari trend, pendekatan dan hal
lainnya yang berpengaruh pada kegiatan purchasing
baik sebagai kegiatan operasional maupun sebagai kegiatan strategis.
Pokok yang kedua adalah memastikan proses pembelanjaan
berjalan dengan terkendali. Dalam hal ini mengetahui apa dan dimana melakukan
pembelanjaan menjadi fokus utama. Beberapa hal yang menajdi aktivitas utama
diantaranya adalah mengetahui berapa banyak, untuk keperluan apa, kepada siapa,
dimana, dan seberapa sering pengeluaran perlu dilakukan, membuat sebuah external market intelligence, menyedikan
basis untuk mengembangkan taktik dalam mendapatkan keuntungan yang paling tinggi
dari basis pasokan yang dimiliki perusahaan, melakukan update secara regular (berkala) terhadap informasi yang berhubungan
dengan sourcing dan menyediakan
struktur data yang konsisten. Pada pokok yang ketiga yakni optimalisasi basis
pasokan beberpa hal yang juga perlu dijadikan sebagai fokus aktivitas diantaranya
adalah mengoptimalisasikan jumlah supplier
untuk rasio spend/risk yang lebih
baik, mengupayakan strategi “position to
deliver”, menerjemahkan hubungan dengan dengan supplier sebagai bentuk
kerjasama yang menguntungkan, dan mengidentifikasi siapakah pihak yang
mengendalikan key supplier.
Purchasing yang efektif memerlukan eksekusi dari pendekatan
strategis lintas dimensi. Strategi purchasing
di dalam organisasi perlu disesuaikan pada struktur organisasi purchasing dan proses purchasing. Strategi tersebut juga perlu
menghasilkan strategic sourcing dan supplier/supply base management yang
baik. Di dalam proses operasionalnya perlu dikembangkan proses purchasing yang handal dengan adanya cost management dan jaminan pasokan. Meningkatkan
strategic sourcing juga dapat dilakukan
dengan mengembanhkan strategi untuk komponen dan komoditas. Hal ini dapat
diterapkan dengan penerapan strategi formal yang disusun oleh lintas tim fungsional,
mengupayakan pendekatan strategis pada keputsan make or buy dengan mengembangkan keahlian yang kuat untuk
menjalankan proses tersebut, mengadakan proses kualifikasi seperti survey dan
penilaian supplier, menentukan jumlah supplier yang optimal (mengurangi jumlah
sekaligus meningkatkan kehandalan), mengupayakan adanya standarisasi komponen
dan meningkatkan proses pemilihan terhadap sumber pasokan yang baik. Beberapa aspek
yang menjadi kunci keberhasilan strategic
sourcing adalah kerjasama dan kolaborasi serta fokus pada manfaat maksimum dari
R&D. Kerja sama dan kolaborasi dalam hal ini hubungannya adalah dalam
pengembangan produk / proses yang menguntungkan dalam seluruh siklus hidup produk
serta memfasilitasi adanya pembagian keahlian, perlengkapan, dan sumberdaya
lainnya dari pihak pihak atau jaringan yang
memiliki ketertarikan untuk bekerjasama dengan perusahaan. Sedangkan fokus pada
R&D dalam hal ini kaitannya adalah pada memberikan pemahaman yang jelas
pada roadmap teknologi perusahaan,
mengusung adanya kriteria pemilihan supplier dan penilaian performa supplier
serta memastikan adanya perlindungan
pada kompetensi utama yang dimiliki oleh perusahaan.